Peralatan-Peralatan Canggih Yang Tak Lama
Lagi Akan Mengubah Dunia
Perkembangan
teknologi yang sangat pesat membuat para ilmuan dunia tidak ada henti-hentinya
untuk membuat sebuah terobosan baru di dunia teknologi. Beberapa peralatan yang
kita gunakan sehari-hari (Gadget) sudah mulai menggunakan materi berukuran
mikro, bahkan nano dan berukuran makin lama kian kecil. Dengan ukuran yang
sedemikian praktis ini, maka akan membuat keseharian kita akan lebih dimudahkan
olehnya.
Dari
sekian banyak peralatan tersebut, kami akan membahas 15 saja diantaranya, mulai
dari perangkat yang memang Anda dapat digunakan sehari-hari, atau sekedar
perangkat hobby, pengisi luang waktu, hingga perangkat yang dapat menciptakan
perangkat lainnya, atau bahkan perangkat yang dapat menciptakan bagian dari
tubuh anda!
Peralatan
penunjang keseharian nan canggih ini juga memiliki ukuran yang beragam, dari
yang hanya sekecil koin hingga yang sebesar mobil. Berikut ke-19 peralatan
canggih yang dapat mengubah dunia tak lama lagi tersebut:
Transparent Solar Cell (TLSC)
Panel
surya transparan atau disebut Transparent Luminescent Solar
Concentrator(TLSC), adalah sel surya transparan terbaru. Karena transparan
alias tembus pandang, maka dapat digunakan sekaligus sebagai jendela
Panel Surya
“tak terlihat” tersebut baru-baru ini dikembangkan oleh para peneliti di
Michigan State University. Dulunya hal ini merupakan prestasi yang pernah
dianggap mustahil, karena panel surya tradisional menyerap cahaya dan
mengubahnya menjadi energi, tetapi permukaan transparan tidak biasanya mampu
menyerap cahaya.
Untuk
membuat sel surya transparan, peneliti memilih untuk sistem yang berbeda yang
disebut konsentrator surya bercahaya transparan (TLSC), yang
berisi garam organik yang menyerap panjang gelombang tidak terlihat,
spesifiknya untuk sinar ultraviolet dan sinar inframerah.
Cahaya
ini kemudian dipandu menuju sel surya fotovoltaik tradisional yang mampu
menjebak energi dan mengubahnya menjadi listrik. Tidak hanya dapat digunakan
untuk jendela, tetapi bahan ini juga dapat digunakan pada perangkat elektronik
dan memberi mereka energi listrik dari sumber yang berpotensi memperpanjang
keberadaan energi untuk peralatan elektronik secara signifikan. (video).
Quick Battery Rechargeable
Menggunakan
teknologi nano untuk mensintesis molekul buatan, perusahaan di Tel Aviv, Israel
bernama StoreDot mengaku telah mengembangkan sebuah baterai
yang dapat diisi dengan cepat dan menyimpan daya jauh lebih tinggi. Baterai
tersebut bertindak seperti spons super padat yang dapat menghisap daya dan
menyimpannya.
Salah
seorang investor StoreDot adalah miliarder Rusia, Roman
Abramovich, yang juga pemilik klub terkenal Inggris, Chelsea. Perusahaan memperoleh
dana US$ 48 juta melalui dua sumber, termasuk dukungan dari sebuah perusahaan
ponsel terkemuka. Myersdorf menolak menyebutkan nama perusahaan tersebut, tapi
ia mengatakan perusahaan itu berasal dari Asia.
Inovasi
baterai baru itu berdasarkan pada nanodots, semacam molekul peptide
bio-organik. Nanodots mengubah cara sebuah baterai dalam menyerap dan
menyimpanlistrik.Tak cuma handphone, baterai yang diklaim bisa
terisi penuh hanya dalam 30 detik ini tersebut dapat digunakan pada mobil
listrik. Meskipun prototipe baterai tersebut masih terlalu gemuk untuk ukuran
sebuah ponsel, StoreDot optimistis baterai tersebut akan
tersedia untuk ponsel pada 2016. (video).
Air Umbrella
Payung Udara
atau “Air Umbrella” ini desainnya berubah total – hadir `tanpa atap` – di
bagian atasnya menyemburkan udara (angin) deras untuk melindungi pengguna dari
air hujan. Air Umbrella atau “payung angin / udara”
merupakan invisible umbrella alias payung tak terlihat, yang
mengeluarkan aliran udara untuk `melawan` derasnya air hujan. Dengan demikian,
saat Anda membuka payung inovatif ini Anda tak akan lagi mengganggu orang di
sekitar.
Proyek
yang dikembangkan oleh startup yang juga mengatasnamakan
dirinya sebagai Air Umbrella ini berharap dapat merevolusi industri payung.
Tujuannya adalah untuk merancang payung yang berbeda dari yang lain. Aliran
udara pada payung ini akan menyembul ke atas untuk menangkis air hujan.
Mengutip
laman Kickstarter, Air Umbrella tersedia dalam tiga varian: versi A
memiliki panjang 30 cm, versi B 50 cm, dan versi C 50 hingga 80 cm. Sedangkan
untuk masa pakai baterainya, baterai versi A dapat bertahan hingga 15 menit,
sementara versi B dan C sekitar 30 menit.
Bagi
yang tertarik, Anda bisa melakukan pemesanan awal di sini dengan harga mulai US$ 88 atau Rp
1 jutaan hingga US$ 108 atau sekitar Rp 1,3 juta. Ketika sudah beredar di
pasaran, harga Air Umbrella naik menjadi US$ 128 atau Rp 1,5 jutaan hingga US$
148 atau Rp 1,8 jutaan (video).
Kartu Kredit Digital
Sebuah
kartu kredit digital atau “Digital Credit Card” baru dengan
tampilan LCD diluncurkan peresmiannya pada awal tahun 2014 lalu. kartu kredit
ini akan serupa dalam ukuran dan bentuk, memiliki 12 tombol dan display dengan
baterai yang bertahan hingga tiga tahun!
Penggunanya
akan diminta memasukkan nomer PIN setiap kali berbelanja online,
kemudian kartu ini akan menampilkan security code yang harus
dimasukkan ke dalamwebsite. Jika kode yang diotorisasi oleh server
telah dinyatakan oke, maka pembeliannya akan disetujui.
Kartu
baru keluaran Visa ini akan menambah penjualan secara online melalui
internet, karena selama ini biasanya kita khawatir untuk membeli secara online karena
tak aman, banyak penipuan. Maka dengan kartu ini diharapkan akan membantu kita
supaya tak takut lagi untuk berbelanja online. (video).
Baterai Berbahan Dasar Air
Tim
ilmuwan dari University of Southern California (USC) mencari
alternatif baterai organik bebasis air yang bebas dari isu mudah panas saat
digunakan. Temuan ini diklaim lebih murah, lebih ramah lingkungan dan
berpotensi untuk scaling up untuk digunakan dalam angin dan pembangkit listrik
bertenaga surya karena dapat menyimpan energi yang lumayan besar.
Teknologi
yang dikembangkan oleh tim USC merupakan baterai beraliran redux organik. Para
peneliti menyebut hasil temuan ini serupa dengan yang dikembangkan untuk Helios
drone bertenaga listrik oleh NASA. Cara kerja baterai yang mengandung bahan
kimia elektroaktif ini memompa sel dan membagi membran untuk menghasilkan
tenaga listrik.
Jumlah
energi yang tersimpan tergantung seberapa besar kapasitas baterai itu sendiri.
Baterai ramah lingkungan ini juga memiliki daya tahan lebih lama dibanding
baterai lithium-ion dan varian lainnya.
“Baterai
dapat bertahan hingga 5.000 kali pengisian ulang, tim peneliti memprediksi
umurnya dapat bertahan hingga 15 tahun,” kata Sri Narayan, Profesor Kimia
di USC Dornsife College of Letters, Arts, and Sciences, seperti
dikutip laman Gizmag, Senin 30 Juni 2014.
Lebih
lanjut Profesor Sri Narayan menjelaskan perbedaan baterai Lithium ion yang
kualitasnya menurun setelah 1.000 kali isi ulang dan biaya untuk memproduksi
satu buah baterai 10 kali lebih mahal.
Kunci
utama yang menjadikan baterai ramah lingkungan yakni penggunaan bahan
elektroaktif. Melalui serangkaian uji coba, peneliti mengembangkan senyawa
organik teroksidasi yang disebut kuinon. Kuinon ditemukan pada tanaman, jamur,
bakteri, dan beberapa hewan yang terlibat dalam proses fotosintesis dan
respirasi selular.
Tim melihat teknologi sebagai sebuah bagian dari upaya menghemat biaya
dan lingkungan. Kuinon saat ini diproduksi dari hidrokarbon aktif, bukan dari
karbondioksioda. Sayangnya dalam penelitian ini, tim belum mengujicoba
penggunaan baterai ramah lingkungan tersebut langsung ke perangkat pintar. (video).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar